Jangan Jadi Tersesat!

“Ibu kasih pertanyaan, yang jawab duluan boleh pulang!” aku yang awalnya senang, langsung kaku di tempat dudukku. haduh ini sih sudah pertanda aku akan pulang terakhir. “Nilai ujian kamu sudah bagus-bagus semua. Tapi kalau di kelas usahakan lebih aktif lagi ya” lagi-lagi kalimat itu yang diucapkan oleh guru padaku saat pengambilan rapot. Sudah sering sekali aku mendengar pepatah “malu bertanya, sesat di jalan”. Aku sadar, aku sudah tersesat.

Aku ini pemalu, pendiam. Yah, seperti itulah yang orang katakan tentangku. Yang membuatku bahagia, sekarang belajar bisa dari rumah. Aku jadi tidak perlu takut saat tiba-tiba guru menyuruhku melakukan hal yang membuatku grogi. Seperti menjawab pertanyaan dan bertanya. Tiba-tiba Sekolah mengadakan pembelajaran tatap muka! Oh tidak. Padahal pembelajaran online seperti ini lebih nyaman untukku.

Aku sampai tidak bisa tidur karena memikirkan nanti kalau pembelajaran tatap muka aku harus bagimana. Apakah jadi pemalu lagi? Aku akan di hujat oleh anak TK jika terus begitu. Nanti saat aku mulai masuk perguruan tinggi, pasti mayoritas tugasnya membutuhkan keberanian dan banyak bersosialisasi. Jika diam terus darimana aku mendapat nilai. Sukses pun mungkin hanya menjadi angan, jika aku tetap pada diriku yang sekarang. Mulai saat ini, aku akan belajar menjadi pemberani tanpa tersesat.

Farhana Natasya Ebila D.T.A.Z.S

MTs Arrahmah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *